Tipe Kekerasan dalam Hubungan Percintaan

Tipe Kekerasan dalam Hubungan Percintaan

Tipe Kekerasan dalam Hubungan Percintaan sebagai hal sering di dengar bahkan terjadi pada beberapa orang dekat, seperti famili atau rekan.

Biasanya, yang sering jadi korban ialah faksi wanita, tetapi tidak tutup peluang lelaki bisa juga jadi korbannya.

Jalinan romantis sebagai rekanan yang dilukiskan dengan ciri-ciri ada intimacy, spirit, dan loyalitas yang selanjutnya disebutkan dengan cinta. Jalinan romantis bisa terjadi berbentuk ikatan pernikahan dan menjalin cinta.

Tipe Kekerasan dalam Hubungan Percintaan, Ketahuilah!

Arah dalam bermacam-macam jalinan romantis itu sama yakni ada share afeksi hingga sama-sama mengasihi antar pasangan.

Baca Juga: Perubahan Kepribadian Diakibatkan Gejala Penyakit

Sebagai catatan, pasangan yang tercipta bisa berbentuk pasangan heteroseksual atau homoseksual yang secara bagus berusaha capai penyukupan kebutuhan afeksi.

Tetapi, dalam jalinan romantis, sering terjadi sikap yang tidak semestinya terjadi seperti memukul, berbuat tidak etis, dan mengintimadasi pasangan yang dikenali dengan sikap kekerasan.

Dalam jalinan romantis ada banyak wujud kekerasan yang terjadi yakni kontak fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, dan kekerasan keuangan.

Berikut akan diulas secara singkat beberapa macam kekerasan dalam jalinan romantis yang biasanya dipandang lumrah tetapi semestinya tidak begitu.

Kontak fisik

bisa berbentuk memukul, menampar, mencederai badan atau secara fisik pasangan terhitung dalam tipe kontak fisik. Umumnya akan gampang kelihatan imbas dari kontak fisik, karena ada sisa (product permanent) dari kekerasan itu secara fisik.

Umumnya korban akan tutupi sisa kontak fisik dengan aksesori misalkan dengan memakai kudung, make-up, atau tattoo hingga seseorang tidak menyaksikannya. Kekerasan psikis umumnya berbentuk dihina, diundang dengan panggilan yang tidak membahagiakan, dikendalikan secara penuh dalam rekanan seperti jangan terkait sama orang tertentu, atau beraktivitas tertentu seperti sikap posesif.

Kekerasan seksual

Memiliki bentuk seperti meraba anggota badan tertentu, memaksakan lakukan hubungan seks, menyaksikan anggota badan yang peka, dan beberapa bentuk semacamnya khususnya pada wujud jalinan romantis menjalin cinta.

Kekerasan seksual dapat terjadi dalam jalinan romantis pernikahan, pertanyaannya tidakkah dalam pernikahan, beraktivitas seksual dengan pasangan sebagai wujud sikap legal? Betul, beraktivitas seksual dalam jalinan pernikahan sebagai sikap yang legal.

Tetapi jika pasangan tidak inginkannya karena itu terhitung kekerasan seksual. Misalkan saat pasangan capek, dan menampik lakukan hubungan seks, atau saat pasangan hamil dan berasa tidak nyaman lakukan hubungan seks tetapi diminta lakukan telah terhitung sisi dari kekerasan seksual.

Dalam jalinan romantis cinta

Sama-sama membayari pasangan sesuai persetujuan tanpa desakan sebagai hal yang lumrah. Tetapi jika sudah ada desakan untuk membayari, atau mengongkosi hidup pasangan dengan desakan karena itu telah terhitung sisi kekerasan keuangan dalam jalinan romantis menjalin cinta.

Satu kembali yang kemungkinan umum terjadi tetapi kita tidak mengetahui, pinjam uang dari pasangan dan janji kembalikan. Rupanya tidak penuhi janji kembalikan tanpa kesepakatan, dapat jadi sisi kekerasan keuangan.

Kekerasan keuangan dalam jalinan romantis pernikahan, biasanya terjadi berbentuk tidak memberikan nafkah hidup secara materi sebagai tanggungjawab pada pasangan.

Misalkan dalam persetujuan salah satunya pasangan tidak bekerja untuk mengurusi rumah tangga, hingga salah satunya pasangan yang bekerja.

Tetapi pasangan yang bekerja tidak memberikan nafkah pasangannya. Bagaimana dengan pasangan yang memperoleh amanah untuk menggenggam kartu ATM atau Kartu Credit dari pasangan dan semua akses Individual Identified Number tetapi memakainya tanpa seijin dan setahu pasangan? Sudah pasti hal itu terhitung dalam kekerasan keuangan.

Beberapa aktor mengetahui jika kekerasan sebagai sikap yang semestinya tidak dilaksanakan, tapi pada mereka tetap lakukan kekerasan pada pasangannya. Banyak factor sebagai predisposisi sikap kekerasan dalam jalinan romantis.

Beberapa salah satunya berkaitan dengan pengalaman masa lampau, berdasar pengkajian literatur, hasil riset, dan peristiwa yang ada, aktor kekerasan pernah merasakan kekerasan dalam babak kehidupan awalnya, misalkan memperoleh kekerasan dari orang-tua, keluarga, rekan, atau pasangan awalnya.

Disamping itu, watak pribadi ikut tentukan timbulnya sikap kekerasan dalam jalinan romantis. Beberapa watak pribadi aktor kekerasan umumnya gampang alami stres, stress, exhaustion, kendalikan diri yang rendah, atribusi external, fortitudeyang rendah, neurotic, dan copingyang negatif.

Kecuali factor pengalaman dan watak pribadi, factor lingkungan mempunyai peranan membuat sikap kekerasan. Lingkungan yang bermusuhan, minimnya social suport, tingkat persaingan yang kurang sehat, dan sering terjadi kekerasan sebagai predisposisi yang kuat untuk merangsang timbulnya sikap kekerasan.

Berbagai Hal kekerasan Saat Berjalinan Cinta

Mindsetindividu yang lain pada kekerasan rupanya tentukan sikap kekerasan dalam dua wujud. Wujud pertama, saat pribadi memandang sikap kekerasan dalam jalinan romantis sebagai sikap yang lumrah sebagai pengimbang afeksi karena itu sikap kekerasan akan condong dilaksanakan.

Bagaimana pribadi memberikan pemahaman berkaitan sikap kekerasan. Saat pribadi mempunyai pemahaman jika kekerasan sebagai sikap yang bisa berpengaruh jelek pada pasangan.

Sepanjang pasangan belum alami imbas jelek karena itu sikap itu akan dilaksanakan. Berlainan dengan pribadi yang mempunyai pemahaman jika sikap kekerasan sebagai pelanggaran hak asasi manusia.

Karena itu sikap kekerasan tidak dilaksanakan pada pasangan. Itu yang mengakibatkan kenapa walau pribadi mempunyai pemahaman jika kekerasan sebagai sikap yang semestinya tidak dilaksanakan, tetapi rupanya masihlah ada yang melakukan.

Kekerasan berbentuk apa saja pada pasangan, tentu mempunyai imbas walau kecil. Korban umumnya dan aktor umumnya akan meminimalisir hati negatif karena sikap kekerasan sepanjang masihlah ada afeksi pada pasangan. Kekerasan dalam jalinan romantis belum pasti membuat rekanan terputus, tetapi yang jelas akan kurangi kemampuan afeksi antar pasangan.

Tidak boleh selalu menginginkan dan percaya pasangan yang lakukan kekerasan sepanjang jalinan menjalin cinta akan stop lakukan kekerasan saat menikah.

Tipe Kekerasan Dalam Jalinan Percintaan

Tidak boleh begitu menginginkan kekerasan yang dilaksanakan pasangan saat menikah akan stop saat umur semakin bertambah. Keinginan dan kepercayaan yang seperti itu yang umumnya banyak dipunyai korban kekerasan yang selanjutnya cuman diam diri pada kekerasan yang dirasakan.

Tipe Kekerasan dalam Hubungan Percintaan dalam jalinan romantis bukan sikap yang lumrah yang semestinya tidak bisa diterima, didiamkan, dan harus dihindari dan diatasi.

Silahkan kita coba bercermin dalam jalinan romantis kita apa ada sikap kekerasan, baik sebagai korban atau aktor yang kemungkinan tidak kita ketahui.

Bila dengar kata kekerasan, umumnya yang tebersit di pikiran kita ialah kontak fisik, seperti memukul, menampar dan yang lain yang bisa disaksikan secara visual.

Tetapi, sesungguhnya ada beberapa type kekerasan dalam jalinan, bukan hanya kontak fisik saja. Apa macamnya? Merilis loveisrespect.org, berikut sebagai 6 type kekerasan dalam hubungan pertalian cinta yang penting kita kenali :

Physical abuse atau kontak fisik

Physical abuse ialah kekerasan yang mengikutsertakan fisik atau anggota badan yang bisa mengakibatkan merasa sakit, cacat bahkan juga kematian. Contoh dari kontak fisik yakni: menampar, menyepak, mencekik, memberikan ancaman dengan senjata, melempari dengan beberapa barang dan menarik atau menggerakkan secara paksa.

Meskipun kekerasan yang dilaksanakan tidak mengakibatkan merasa sakit, misalkan dengan menarik paksa pada tempat umum, tetapi hal itu harus jadi peringatan, karena sekecil apa saja kekerasan, teruslah kekerasan yang dapat makin menjadi-jadi bila tidak selekasnya diakhiri.

Emotional and verbal abuse atau kekerasan emosi dan verbal

Emotional and verbal abuse sebagai kekerasan yang dilaksanakan dengan tidak sakiti fisik, tetapi serang emosi korban dengan kalimat kasar dan merendahkan. Contoh dari kekerasan ini ialah penghinaan, gertakan, teror, dakwaan serong tanpa bukti dan kecurangan atau memunculkan rasa bersalah pada diri korban atas perlakuan yang tak pernah dilaksanakan oleh korban.

Sexual abuse atau kekerasan seksual

Sexual abuse ialah tindak kekerasan seksual berbentuk pemaksaan yang dilaksanakan ke korban untuk terkait tubuh maupun rutinitas seksual yang lain. Misalnya ialah pemerkosaan, kecupan yang tidak diharapkan dan memaksakan tidak untuk memakai pengaman atau kondom saat terkait.

Maka meskipun menjadi pasangan, kekasih bahkan juga suami istri, rutinitas seksual yang dilaksanakan atas landasan pemaksaan sebuah wujud kekerasan.

Financial abuse atau kekerasan keuangan

Financial abuse ialah kekerasan yang dilaksanakan dengan mengendalikan atau memantau keuangan pasangan. Contoh dari wujud kekerasan ini ialah memakai kartu credit pasangan tanpa ijin, larang pasangan untuk bekerja, simpan upah pasangan dan sembunyikannya, larang pasangan untuk bawa kendaraan pribadinya dan mengawasi pengeluaran pasangan.

Digital abuse atau kekerasan digital

Digital abuse ialah satu wujud kekerasan emosional atau verbal lewat cara online lewat media sosial. Contoh dari wujud kekerasan digital dengan minta sandi sosmed pasangan, mengendalikan apa yang bisa dan jangan di-publish, mengendalikan persahabatan di sosmed, memaksakan pasangan untuk mengirimi video atau foto yang tidak pantas, mengecek pesan di hp pasangan dan menempatkan GPS bermaksud untuk memantau pasangan.

Stalking

Stalking ialah sikap tidak membahagiakan yang menyebabkan pasangan terasa terusik dan tidak nyaman. Misalnya dengan bertandang ke rumah atau tempat kerja pasangan tanpa ijin.

Disamping itu, stalking umum terjadi pada pasangan yang telah putus. Bekas yang masih belum dapat terima sering mengirimi pesan, menelepon berkali-kali dan menyaksikan posting sosmed bekas pasangannya. Ini digolongkan dalam stalking yang disebut wujud kekerasan.

Begitu 6 Tipe Kekerasan dalam Hubungan Percintaan yang dapat terjadi pada suatu hubungan pertalian cinta. Bila di sekitarmu ada yang alami hal itu, kontribusi ia untuk keluar dari jalinan yang kurang sehat. Jika memang perlu, kamu bisa mengantarnya ke professional untuk memperoleh pengatasan yang tepat.