Penunda Pekerjaan di Zaman Sekarang

Penunda Pekerjaan di Zaman Sekarang

Penunda Pekerjaan di Zaman Sekarang – Dimulai dari pekerjaan sekolah, rumah, sampai pekerjaan kantor ada beberapa orang suka tunda pekerjaan.

Apa kamu terhitung orang yang ini? Sesungguhnya kamu tidak sendiri kok. Tetapi bukan bermakna rutinitas satu ini dapat dibetulkan ya. Masalahnya tunda pekerjaan dapat membuat kamu bingung dan kalut sendiri lho nanti.

Penunda Pekerjaan di Zaman Sekarang, Termasuk Manakah Kamu?

Penunda Pekerjaan di Zaman Sekarang alias procrastination kenyataannya jadi masalah beberapa orang. Saat mempunyai pekerjaan yang selekasnya perlu dituntaskan, kerap kita malah pilih kerjakan hal yang lain semestinya dikesampingkan.

Baca Juga: Meningkatkan Percaya Diri Menjalani Hidup

“Oh ya, ini hari belum membuka Facebook. Siapakah yang sedang berulang-ulang tahun, ya?”

“Ah beres-beres kamar dahulu dech, agar nyaman.”

“Duh, justru ketiduran!”

Dan…hingga kemudian tenggat makin dekat, pekerjaan belum disentuh sedikit juga.

Riset mengenai ini pernah dilaksanakan Laura J. Salomon dan Esther D. Rothblum dari University of Vermont pada 1984. Sekitar 342 mahasiswa ditelaah untuk ketahui frekwensi penangguhan yang mereka biasa kerjakan. Sekitar 46 % informan menyebutkan mereka selalu atau nyaris selalu tunda pembuatan pekerjaan, 27,6 % tunda belajar untuk ujian, dan 30,1 % tunda pekerjaan membaca mingguan.

Efeknya terang, orang yang tunda pekerjaan biasanya mempunyai nilai diakhir semester yang lebih rendah dibanding yang tidak. Saat tunda pekerjaan menjadi pola hidup, orang yang kerap melakukan memikir hasil kerjanya yang tidak optimal karena usaha yang kurang, bukan lantaran factor kekuatan.

Penyebab Orang Menunda Pekerjaan

Timothy Pychyl, Profesor di Carleton University, Ottawa, Kanada menyaksikan procrastination sebagai sikap lari dari tanggung jawab pekerjaan yang menunggu mereka. Disimpan hati takut atau kuatir, hingga untuk kurangi hal itu, mereka pilih lakukan kesenangan yang memberikan kepuasan sementara (gratifikasi).

Saat mereka kembali sadar jika ada pekerjaan yang masih belum selesai, gantian hati bersalah, cemas, depresi, cemas, stres, dan menyangsikan diri sendiri-lah yang menggantikan.

Banyak psikiater menyebutkan pemahaman masalah waktu dan ketidaksamaan langkah pandang ide diri ini hari dengan diri hari esok jadi background rutinitas tunda pekerjaan. Pychyl menerangkan orang yang lebih mengutamakan hari esok mempunyai sikap tunda yang semakin sedikit. Mempersiapkan diri hari ini langkah yang pas untuk mengasihi kita di hari esok.

Tendensi jadi perfeksionis jadi salah satunya factor pemicu procrastination. Riset lain mengatakan, seorang yang selalu ingin tampil prima munculkan rasa takut karena penilaian hasil dan performanya sendiri. Orang yang perfeksionis sering menghindar penilaian seseorang pada kekurangan yang dipunyai. Karena begitu repot cari kesempurnaan, ia melepaskan bukti jumlahnya saat yang terbuang.

Factor yang lain ialah amarah pada seorang. Ini dapat membuat raibnya motivasi untuk lakukan usaha terbaik, terhitung tunda pekerjaan. Bila ini terjadi, Sebaiknya anda berdamai dengan realita yang tidak begitu baik itu supaya kualitas dan jumlah pekerjaan Anda tidak turun.

Ada pula factor rendah diri. Sikap terus-terusan menyangsikan diri kita dapat tumbuhkan hati tidak nyaman. Sikap rendah hati palsu alias rendah hati supaya disanjung oleh seseorang, lama-lama dapat membuat seorang tidak yakin dengan kekuatannya sendiri. Ujungnya, ini kembali lagi dapat membuat sikap menahan-nahan pekerjaan.

Bukan Masalah Management Waktu

Walau demikian, hentikan sikap tunda pekerjaan tidak dapat dengan sekedar merekomendasikan, ‘Berhentilah beraktivitas lain, cepat tuntaskan pekerjaan!’

Karena, untuk orang yang suka tunda pekerjaan, penangguhan seringkali bukanlah hal yang dapat dikontrol. Kita kerap menyangka menahan-nahan disebabkan management saat yang jelek atau murni sikap malas. Walau sebenarnya, sikap ini lebih karena permasalahan management emosi.

Ini terang bukan masalah management waktu. Memberitahu orang yang suka tunda pekerjaan secara akut dengan kalimat, ‘Lakukan saja!’ sama dengan minta ke orang stres, ‘Ayo cerah!

Ferrari menyebutkan ada dua argumen landasan kenapa orang suka menahan-nahan pekerjaan. Pertama, penangguhan pekerjaan muncul karena orang sering berasa ada di situasi hati yang tidak pas saat kerjakan pekerjaan. Ke-2 , ada anggapan yang yakini jika hati dapat berbeda dalam kurun waktu dekat. Walau sebenarnya, tak perlu berasa harus pada kondisi hati tertentu untuk dapat lancar lakukan pekerjaan. Ini ikut diaminkan diiyakan Pychyl.

Anda harus yakini jika anda jarang-jarang rasakan itu dan memanglah bukan permasalahan bila anda tidak merasainya,” lebih Pychyl seperti dikutip Washington Post.

Maafkan diri kita jadi langkah pertama tidak untuk larut dalam hati bersalah karena menahan-nahan pekerjaan. Lebih bagus selekasnya pikirkan tindakan selanjutnya agar tidak terjatuh situasi hati yang tambah jelek. Tidak jadi masalah bila hal itu dilakukan secara setahap.

Bila tugasmu makan dua katak, karena itu konsumsilah satu yang terbesar terlebih dulu,” sebut Pyhcyl yang ikut menulis buku Procrastinating, Health, and Well-being.

Pychyl benar, pokoknya ialah fokus. Bikinlah rasio fokus, dan melakukan apa yang paling menekan untuk dilaksanakan.

Tetapi, yang bernama telah rutinitas, terkadang kita dapat saja tuch membuat bermacam argumen untuk mengiyakannya. Iya tidak? Nach, dari 5 argumen tunda pekerjaan berikut, kamu tersering memakai yang mana gaes?

Tunda karena menanti mood yang pas

Yang pertama ialah type orang yang tunda pekerjaan dengan argumen menanti waktu dan mood yang tepat. Type satu ini sering memang tidak punyai argumen yang pas untuk tunda kerjanya, mereka punyai banyak waktu senggang tetapi cuman belum mendapati kemauan untuk kerjakan pekerjaan yang ada. Jika tidak karena kemauannya sendiri, sulit sekali sich memaksakan orang type ini untuk kerjakan pekerjaannya.

Tunda karena takut lakukan kekeliruan

Type ke-2 ialah mereka yang tunda kerjakan suatu hal karena takut salah jika terlebih dahulu menuntaskan pekerjaan itu. Orang tipe ini umumnya mereka yang kurang optimis serta lebih senang menyaksikan hasil seseorang lebih dulu. Walau sebenarnya, sesungguhnya mereka dapat kok kerjakan pekerjaan itu dengan hasil lebih baik dan saat yang terlebih dahulu.

Tunda karena umumnya alasan

Ada pula nih type penunda pekerjaan yang umumnya mikir. Karena ingin semua pekerjaannya hasilkan suatu hal yang prima, akhirnya orang ini menjadi tidak mulai-mulai dech dalam kerjakan pekerjaan. Maunya ini, tetapi sepertinya jika memakai sistem demikian lebih baik. Demikian saja lagi hingga deadline di muka mata.

Tunda karena memikir jika deadline lah penyemangatmu

Type penunda pekerjaan memang bermacam sekali, ya. Yang cukup kerap dijumpai ya yang ini nih. Yakni mereka yang mikir jika deadline lah penyemangatnya. Seakan-akan jika deadline belum dekat, pekerjaan itu tidak akan berminat untuk mereka lakukan. Walau sebenarnya kerjakan dari jauh hari jelas akan lebih rileks dan kita jadi punyai waktu untuk kerjakan hal-hal lain nanti.

Tunda karena kerjakan beberapa hal secara random

Yang ini ialah type penunda pekerjaan yang tidak dapat tentukan fokus. Mereka cuman kerjakan apa yang ingin ditangani lebih dulu. Akhirnya, pekerjaan yang dapat dihimpun jauh hari dapat selekasnya usai tetapi pekerjaan yang telah dekati deadline justru belum terjamah sama sekalipun.

Tunda pekerjaan itu tidak baik, gaes. Apa lagi bila sesungguhnya kalian punyai beberapa waktu untuk selekasnya menuntaskan pekerjaan yang ada. Coba ganti rutinitas satu ini saat sebelum mendarah daging ya. Tidak ingin kan kesuksesanmu jadi terlambat karena ini?