About Us

Kehidupan Wanita di Indonesia, saat ini dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain meningkatnya modernisasi, globalisasi, peningkatan pendidikan dan kemajuan teknologi. Banyak perempuan Indonesia memilih untuk tinggal di kota daripada tinggal di kota-kota untuk melakukan pekerjaan pertanian karena kebutuhan pribadi, profesional, keluarga, dan kebutuhan ekonomi.

Perempuan-perempuan ini bergerak menjauh dari aturan tradisional budaya Indonesia, di mana perempuan bertindak sederhana dan semata-mata sebagai istri dan ibu.

Kehidupan Wanita di Indonesia

Saat ini, perempuan Indonesia juga merambah secara aktif dalam ranah pembangunan nasional. Dan bekerja sebagai anggota aktif dari organisasi yg fokus dan bertindak pada isu-isu dan keprihatinan perempuan.

Hukum nasional dan syariah

Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat bahwa lebih banyak peraturan yg mendiskriminasi perempuan diadopsi di seluruh negeri daripada yg dicabut. Pada 2012, KPPU mencatat 282 Perda di berbagai yurisdiksi di seluruh Indonesia dinilai diskriminatif, dibandingkan dengan 154 Perda pada 2009.

Ada 96 yg menjatuhkan sanksi pidana kepada perempuan melalui peraturan tentang prostitusi dan pornografi. 60 yg memuat aturan berpakaian dan norma agama. , dan 38 yg membatasi mobilitas perempuan. Meskipun Perda tersebut terdapat di 28 provinsi di Indonesia, namun enam provinsi yg paling banyak terkonsentrasi adalah

  • Jawa Timur
  • Kalimantan Selatan
  • Sulawesi Selatan
  • Jawa Barat
  • Nusa Tenggara Barat, dan
  • Sumatera Barat

Di banyak daerah di Indonesia, undang-undang setempat yg mewajibkan perempuan dan anak perempuan untuk mengenakan jilbab semakin banyak diterapkan di sekolah, kantor pemerintah, dan ruang publik.

Provinsi Aceh telah menerapkan hukum Syariah secara penuh, di mana semua wanita Muslim harus mengenakan penutup kepala tradisional yg dikenal sebagai jilbab, dan hubungan persaudaraan dengan lawan jenis di luar nikah dilarang.

Kejahatan seksual, pelecehan, dan perdagangan orang

Lebih dari 90% kasus pemerkosaan di Indonesia tidak dilaporkan, dengan korban takut disalahkan. Perdagangan seks di Indonesia adalah masalah. Perempuan dan anak perempuan Indonesia dan asing telah dipaksa menjadi pelacur di rumah bordil dan rumah-rumah dan dianiaya secara fisik dan psikologis.

Transportasi khusus Kehidupan Wanita di Indonesia

Sejak 2010, Perusahaan Kereta Api Indonesia (PT Kereta Api Indonesia) memperkenalkan gerbong khusus wanita di beberapa KA komuter di wilayah metropolitan Jakarta sebagai tanggapan atas laporan pelecehan seksual di tempat umum, termasuk KA komuter dan bus.

Gerbong khusus wanita di KRL biasanya dilambangkan dengan stiker besar berwarna merah muda atau ungu yg bertuliskan “Kereta Khusus Wanita”.

Kereta jenis ini sebelumnya hanya dapat ditemukan di EMU ber-AC (yg hanya menyediakan gerbong khusus wanita di setiap ujung kereta). Tetapi beberapa EMU non-AC yg baru saja diperbaiki juga telah dilengkapi dengan kereta wanita. -hanya stiker kereta.

Pada tahun 2012, perusahaan meluncurkan kereta khusus wanita. Namun, praktik ini berakhir pada tahun berikutnya setelah laporan menemukan bahwa mobil serba guna penuh sesak selama jam sibuk sementara mobil khusus wanita kurang dimanfaatkan.

Pernikahan dan Kehidupan Wanita di Indonesia

Mahar jarang dilakukan dalam budaya Indonesia, namun mas kawin dilakukan oleh kelompok etnis tertentu. Misalnya, mahar uang panai dalam budaya Bugis. Harga yg dibayarkan didasarkan pada pendidikan, karir, kecantikan, strata sosial dan ekonomi, atau latar belakang bangsawan mempelai wanita.

Dalam budaya matrilineal Minangkabau, pembayaran “harga pengantin pria”, diberikan kepada orang tua pengantin pria. Karena suami memasuki rumah tangga istri yg baru menikah, dan juga didasarkan pada pendidikan dan karir pengantin pria.

Adat tersebut disebut bajapuik atau uang japuik, meskipun secara historis merupakan praktek yg tersebar luas di tanah Minangkabau. Saat ini hanya masyarakat Pariaman yg terus mempraktekkan adat ini.

Budaya nasional yg lebih umum berlaku adalah emas kawin (mas kawin) atau mahar yg mengacu pada hadiah yg diberikan oleh pengantin pria untuk diberikan kepada pengantin wanita. Mungkin berisi sejumlah uang atau emas, kadang-kadang karena adopsi budaya Islam. Juga termasuk atau diganti dengan barang-barang keagamaan simbolis seperti peralatan sholat.

Seperti banyak negara berkembang lainnya, tingkat kesuburan yg tinggi merupakan masalah utama. Secara tradisional, masyarakat Indonesia memandang anak sebagai sumber rejeki. Pepatah lokal mengatakan bahwa lebih banyak anak berarti lebih banyak keberuntungan dan secara luas diyakini bahwa penggunaan kontrasepsi bertentangan dengan nilai-nilai agama dan moral.

Hal ini berkontribusi pada tingkat kesuburan yg sangat tinggi. Dengan mengakui bahwa itu adalah faktor utama dalam menciptakan kemiskinan yg meluas. Perkawinan anak juga sering terjadi. Salah satu faktor pemicu penyakit pada wanita seperti kanker serviks, dan ditopang oleh norma-norma tradisional.

Kesehatan dan kesejahteraan

Banyak ibu hamil di Indonesia yg tidak memiliki kemampuan finansial untuk membiayai persalinan di rumah sakit. Dan persalinan melalui operasi caesar, karena gaji dan biaya pengobatan yg tidak proporsional.

Oleh karena itu, Kehidupan Wanita di Indonesia ini membutuhkan dukungan dan bantuan dari “tempat bersalin” yg menyediakan “perawatan kehamilan gratis, layanan persalinan dan bantuan medis”, seperti klinik kesehatan Yayasan Ibu Pertiwi Sehat (Yayasan Bumi Sehat) yg didirikan oleh Robin Lim, seorang bidan Amerika. , pada tahun 2003.

Tempat kelahiran 24 jam seperti itu, sebagian besar berlokasi di Bali dan Aceh, membantu perempuan Indonesia untuk melepaskan diri dari praktik umum rumah sakit swasta di Indonesia yg mengharuskan penahanan bayi baru lahir sampai tagihan medis dibayar penuh oleh para ibu.

Meskipun demikian, ekonomi sekarang tampaknya membaik (pertumbuhan PDB tinggi pada tahun 2012 mencapai 6,2%) dan beberapa program telah dilakukan oleh pemerintah untuk membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan perempuan dan anak-anak. Sebuah kementerian yg khusus bergerak di bidang tersebut telah berdiri sejak lama sejak rezim mendiang Presiden Suharto pada masa Orde Baru.